CARI DI SITUS PAK MARGOLANG

CARI DI GOOGLE

Pengembangan Masyarakat, Pak Margolang

Rabu, 15 Maret 2017

Diklat Perdana tahun 2017 di UPT Pelatihan

Hari ini Tanggal 15 Maret 2017 UPT Pelatihan memulai Diklat perdana di Tahun 2017. Diklat ini merupakan hasil kerjasama UPT Pelatihan dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Peserta Diklat adalah para Penyuluh Pertanian Lapangan yang baru bertugas setelah lulus mengikuti Pendidikan di Perguruan Tinggi.
Diklat ini merupakan Diklat Dasar Penyuluh Pertanian yang diharapkan sebagai bekal bagi peserta untuk melaksanakan tugas di lapangan.
Diklat akan berlangsung sampai dengan Tanggal 25 Maret 2017. diikuti oleh 18 orang peserta. Ketua pelaksana Kegiatan Diklat ini adalah Ibu Ir. Maulida, Kepala Seksi Pelayanan Teknis di UPT Pelatihan dan Konsultan Materi Ibuk Ir. Yuni Hastuti, MP. Widyaiswara Madya UPT Pelatihan.
Semoga Diklat ini bermanfaat dan dapat menjadi bekal dalam melaksanakan Tugas bagi tenaga Penyuluh di kepulauan Meranti. #SalamPemberdayaan

Selasa, 06 September 2016

Rapat Tinjauan Manajemen / Management Review



Penerapan Sistem Manajemen Mutu Pada UPT Pelatihan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan dalam aplikasinya menjalankan Siklus PDCA. Dalam Siklus PDCA (Plan Do Check Action) posisi Tinjauan Manajemen atau Management Review terdapat di “Action“ artinya organisasi diharuskan untuk mengevaluasi Sistem Manajemen Mutu yang telah berjalan. Tujuannya guna menilai seberapa jauh sistem yang diaplikasikan berfungsi sebagaimana diharapkan.
Tinjauan Manajemen ini dilakukan secara periodik biasanya 1 tahun dilakukan 1 kali atau 2x. Tinjauan Manajemen ini biasa dilakukan oleh organisasi berupa Rapat Tinjauan Manajemen yang dipimpin oleh Pucuk Pimpinan dalam hal ini Kepala atau Manajemen Puncak lainnya.
Dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 diatur mengenai Tatacara Tinjauan Manajemen Pada Klousul 5.6.1 ; 5.6.2 ; 5.6.3,

Jumat, 02 September 2016

Seputar Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional PNS



Dalam birokrasi pemerintah dikenal jabatan karier, yakni jabatan dalam lingkungan birokrasi yang hanya dapat diduduki oleh PNS. Jabatan karier dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
  1. Jabatan Struktural, yaitu jabatan yang secara tegas ada dalam struktur organisasi. Kedudukan jabatan struktural bertingkat-tingkat dari tingkat yang terendah (eselon IV/b) hingga yang tertinggi (eselon I/a). Contoh jabatan struktural di PNS Pusat adalah: Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Biro, dan Staf Ahli. Sedangkan contoh jabatan struktural di PNS Daerah adalah: sekretaris daerah, kepala dinas/badan/kantor, kepala bagian, kepala bidang, kepala seksi, camat, sekretaris camat, lurah, dan sekretaris lurah.
  2. Jabatan Fungsional, yaitu jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi, tetapi dari sudut pandang fungsinya sangat diperlukan dalam pelaksansaan tugas-tugas pokok organisasi, misalnya: auditor (Jabatan Fungsional Auditor atau JFA), Widyaiswara, penyuluh pertaian, guru, dosen, dokter, perawat, bidan, apoteker, peneliti, perencana, pranata komputer, statistisi, pranata laboratorium pendidikan, dan penguji kendaraan bermotor.

Minggu, 14 Agustus 2016

FGD = Focus Group Discussion

Pemahaman tentang FGD
Focus Group Discussion (FGD) saat ini sangat populer dan banyak digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian sosial. Pengambilan data kualitatif melalui FGD dikenal luas karena kelebihannya dalam memberikan kemudahan dan peluang bagi peneliti untuk menjalin keterbukaan, kepercayaan, dan memahami persepsi, sikap, serta pengalaman yang dimiliki oleh responden/pesertanya.
Istilah kelompok diskusi terarah atau dikenal sebagai Focus group discussion yang lebih terkenal dengan singkatannya FGD merupakan salah satu metode riset kualitatif yang paling terkenal selain teknik wawancara. FGD adalah diskusi terfokus dari suatu group untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Jumlah pesertanya bervariasi antara 8-12 orang, dilaksanakan dengan panduan seorang moderator.

Kamis, 11 Agustus 2016

Teknologi Tepat Guna

Pengertian Teknologi tepat guna adalah sebuah teknologi yang ditemukan atau diciptakan dengan tujuan untuk semakin meningkatkan atau membuat pekerjaan manusia semakin lancar. Hal ini kemudian bisa meningkatkan nilai ekonomi juga. Teknologi tersebut tidak hanya asal dibuat namun dibuat dengan tepat sesuai dengan kebutuhan manusia.
Jenis-jenis Teknologi Tepat Guna
                  Teknologi tepat guna bisa dikatakan sebagai hasil karya manusia yang mengagumkan. Sebagai bukti bahwa manusia memiliki akal, cerdas dan kreatif untuk menciptakan sesuatu yang mampu mendukung aktifitasnya. Akhirnya tercipta banyak teknologi yang meningkatkan produktifitas manusia dari berbagai sektor. Jenis-jenis teknologi tersebut antara lain :

Minggu, 07 Agustus 2016

Kesantunan, Etika, Tata Krama dan Kesederhanaan..

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama, sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi, dan disegani banyak orang...
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah. Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima...
Mereka sanggup beli barang-barang mewah. Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan...
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana...
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan. Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan...
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja. Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah...
Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya. Tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya...
Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi. Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas, kapasitas

Kamis, 04 Agustus 2016

Komponen dan Langkah-langkah Penyusunan Modul Pembelajaran

Modul merupakan paket pengajaran yang bersifat self-instructional yang memuat satu konsep atau unit daripada bahan pembelajaran. Kemandirian dan pengalaman siswa terlibat secara aktif lebih diutamakan dalam memanfaatkan media modul.

Sebuah modul memiliki karakteristik dapat dipelajari kapanpun dan dimanapun oleh siswa, tidak tergantung pada pihak lain (Self instructional), modul memberikan kesempatan siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar.

Komponen-Komponen Modul

Mustaji (2008:30-32), mengemukakan unsur-unsur modul secara rinci sebagai berikut :

a. Rumusan tujuan instruksional yang eksplisit dan spesifik

Tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang diharapkan dari siswa setelah mereka mempelajari modul.

Anda ingin menjadikan Blog ini menjadi satu Buku, Klik dibawah ini !