.

CARI DI SITUS PAK MARGOLANG

CARI DI GOOGLE

LISENSI SISTEM BAYAR-BAYAR ANDA

Kamis, 13 September 2018

Menjual Sisir Kepada Orang Botak

Sebagai inspirasi/motivasi buat kita semua terutama buat dun sanak yg ingin berperan dalam "bisnis konvensional" dan "bisnis sosial" (BUMNag Koto Malintang).

BAGAIMANA CARA MENJUAL SISIR KE ORANG BOTAK...?

Sebuah perusahaan membuat tes terhadap tiga calon staf penjual barunya.
Tesnya unik, yaitu: Menjual sisir di komplek Biara Shaolin.
Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana semuanya gundul dan tak butuh sisir.
Kesulitan ini juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual satu sisir. Itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba melihatnya.
Tapi, tidak dengan calon kedua. Ia berhasil menjual 10 sisir, ia tidak menawarkan kepada para biksu, tetapi kepada para turis yang ada di komplek itu, mengingat angin di sana memang besar sehingga sering membuat rambut jadi awut-awutan.
Lalu bagaimana dengan calon ketiga? Ternyata Ia berhasil menjual 500 sisir!!

Caranya..? Ia menemui kepala biara.
Ia lalu meyakinkan jika sisir ini bisa jadi souvenir bagus untuk komplek biara tersebut. Kepala biara bisa membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut dan menjadikannya souvenir para turis. Sang kepala biara pun setuju.
Sahabatku yang baik...
Apa yang sering kita anggap sebagai penghambat terbesar dalam usaha atau karier?
Bukankah kita sering kali menyalahkan keadaan?
Dan inilah yang membuat calon pertama gagal. Sementara calon kedua, sudah berpikir lebih maju.
Namun calon kedua masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat merapikan rambut.
Tapi calon ketiga sudah berani berfikir di luar kotak (THINKING OUT OF THE BOX), berfikir diluar kelaziman...
Dia bukan hanya berani berpikir bahwa sisir bukan hanya alat merapikan rambut, melainkan bisa menjadi souvenir.
"Kita tidak bisa mengatur situasi seperti yang kita kehendaki. Tapi, kita bisa mengerahkan segenap potensi kita untuk mencari solusi."
“Segenap potensi” bukan hanya terbatas otot atau kerja keras, tapi juga pikiran, ilmu, intuisi dan kerja cerdas.
Pendek kata, kreatifitas akal, ketekunan dan kesabaran. Itulah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan.
Jika ada KEMAUAN pasti selalu ada JALAN...
Jadi, kalo ada yg bilang nggak ada jalan, berarti belum pernah menciptakan jalan nya sendiri ...

Semoga Bermanfaat.
Wslm.
Sumber dari Pesan Group WA, sebagaimana di kirim oleh Pak Padmo

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan anda !

Anda ingin menjadikan Blog ini menjadi satu Buku, Klik dibawah ini !